Jumat, 18 Februari 2011

SELAMAT DATANG DAN SALAM JUMPA

ALAT UKUR KINERJA DAN EFEKTIVITAS WEBSITE PARA WAKIL RAKYAT



Hasil riset yang dilakukan oleh Hasil riset yang dilakukan oleh Hasil riset yang dilakukan oleh Conggresional Management Foundation terhadap 605 website para wakil rakyat Amerika Serikat yang berada di “Dewan Perwakilan rakyat” (house of Representative) dan “Dewan Perwakilan Negara Bagian” (Senate).
Dalam kesimpulan hasil riset / kajian ada 5 (lima) aspek penting yang hasur diperhatikan dan dipertimbangkan pengembangannya oleh mereka yang ingin membangun website e-government: audience, content, interactivity, usability dan innovatrion (Goldschmidt et al, 2002)
AUDIENCE
Komunikasi dapat terjadi secara efektif jika pemerintah dapat mendefinisikan secara jelas siapa yang menjadi target atau audience (lawan bicara) sehingga website benar-benar dapat diarahkan untuk melayani komunitas tersebut. Website bukan merupakan sebuah medium broadcast seperti televisi dan radio yang bekerja berdasarkan asas “satu pesan untuk semua kalangan”, Namun Website lebih merupakan sebuah medium service atau pelayanan sehingga hasur dapat melayani sejumlah kebutuhan spesifik dari beragam kalangan.
Secara garis besar ada dua tipe audience dari sebuah website e-government yang masing-masing diberi julukan : seekers dan recruits. Seekers merupakan orang-orang yang berkunjung ke website dengan alasannya dan/atau tujuan masing-masing.. Recruits adalah kumpulan dari orang-orang yang menjadi target komunikasi dari Pemerintah.
Pemerintah harus jeli dalam menentukan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh beragam tipe seekers yang berkunjung ke website seperti para audience yang mewakili sejumlah kepentingan misalnya : konstituen, pers, lembaga swadaya masyarakat, forum atau organisasi, para mahasiswa dan peneliti lembaga international, dan sebagainya.
CONTENT
Jantung dri sebuah website yaitu : content atau isi yang akan dikomunikasikan melalui website. Sehingga content yang dimiliki harus sesuai target audience. Pemerintah harus mampu membangun website dengan content yang tersedia dapat :
• Membantu audience dan stakeholders dalam memenuhi kebutuhannya terkait dengan pelayanan prima yang ditawarkan melalui website.
• Menunjang pencapaian visi, misi, tujuan, dan obyektif dari pemerintah terkait.
• Menggalang hubungan / relasi yang kuat dengan para pengunjung website.
• Menarik perhatian para calon pengunjung agar berminat menjadi audience yang setia.
• Menyediakan semua jawaban terhadap kebutuhan informasi audience.
• Menghemat waktu dan biaya dari audience dalam berkomunikasi dengan pemerintah.
• Memperkuat keterlibatan public dalam proses pemerintahan.
• Memperkuat tingkat kepercayaan public melalui proses keterbukaan demokratis.
INTERACTIVITY
Banyak sekali teknologi internet yang dapat membantu pemerintah dalam menjalin relasi yang intim dengan konstituennya di dunia maya. Sejumlah contoh dari fasilitas dan fitur yang dapat dikembangkan oleh sebuah website e-government adalah :
 Electronic Mail dan Mailing List
 Online Surveys atau Online Polls
 Bulleting Boards
 Chat Rooms
 Newsletters atau Newsgroups
 Feedback dan Comment Forms, dan lain sebagainya.
USABILITY
Elemen-elemen yang harus dimiliki oleh oleh sebuah website e-government agar tingkat usability-nya tinggi adalah :
 Sistem pengorganisasi content atau isi website haruslah memiliki arsitektur yang jelasdan terstruktur secara logis.
 Navigasi yang diterapkan dalam website haruslah mudah cara pengoperasiannya.
 Content yang ada harus mudah dibaca dan enak dimata.
 Isinya harus up-to-date dalam arti selalu diperbaruhi sehingga selalu relevan.
 Waktu untuk menampilkan satu halaman penuh website haruslah cepat.
 Tampilan website haruslah menarik.
 Website harus dapat dinikmati oleh semua orang.
 Unsur privacy harus pula diperhatikan.
INNOVATION
Sejalan dengan kemajuan teknologi pemerintah harus secara kreatif senantiasa berinovasi mengembangkan websitenya agar semakin menarik dan bermanfaat (valuable), sehingga masyarakat selalu setia mengakses website yang dimiliki oleh pemerintah.
Haapil yang patut dicontoh dari Congressional Management Foundation dalam hal ini adalah bahwa yang bersangkutan tidak hanya sekedar mengadakan riset semata, tetapi mereka memiliki misi pula untuk meningkatkan kualitas pengembangan website di kalangan pemerintahan.
Untuk itulah secara berkala mereka memberikan anugerah penghargaan berupa Congress Online Gold Mouse Award dan Congress Online Silver Mouse Award kepada sejumlah website e-government terbaik di Kongres Amerika Serikat.

ALAT UKUR KINERJA DAN EFEKTIVITAS WEBSITE PARA WAKIL RAKYAT



Hasil riset yang dilakukan oleh Hasil riset yang dilakukan oleh Hasil riset yang dilakukan oleh Conggresional Management Foundation terhadap 605 website para wakil rakyat Amerika Serikat yang berada di “Dewan Perwakilan rakyat” (house of Representative) dan “Dewan Perwakilan Negara Bagian” (Senate).
Dalam kesimpulan hasil riset / kajian ada 5 (lima) aspek penting yang hasur diperhatikan dan dipertimbangkan pengembangannya oleh mereka yang ingin membangun website e-government: audience, content, interactivity, usability dan innovatrion  (Goldschmidt et al, 2002)
AUDIENCE
Komunikasi dapat terjadi secara efektif jika pemerintah dapat mendefinisikan secara jelas siapa yang menjadi target atau audience (lawan bicara) sehingga website benar-benar dapat diarahkan untuk melayani komunitas tersebut. Website bukan merupakan sebuah medium broadcast seperti televisi dan radio yang bekerja berdasarkan asas “satu pesan untuk semua kalangan”, Namun Website lebih merupakan sebuah medium service atau pelayanan sehingga hasur dapat melayani sejumlah kebutuhan spesifik dari beragam kalangan.
Secara garis besar ada dua tipe audience dari sebuah website e-government yang masing-masing diberi julukan : seekers dan recruits. Seekers merupakan orang-orang yang berkunjung ke website dengan alasannya dan/atau tujuan masing-masing.. Recruits adalah kumpulan dari orang-orang yang menjadi target komunikasi dari Pemerintah.
Pemerintah harus jeli dalam menentukan kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh beragam tipe seekers yang berkunjung ke website seperti para audience yang mewakili sejumlah kepentingan misalnya : konstituen, pers, lembaga swadaya masyarakat, forum atau organisasi, para mahasiswa dan peneliti lembaga international, dan sebagainya.
CONTENT
Jantung dri sebuah website yaitu : content atau isi yang akan dikomunikasikan melalui website. Sehingga content yang dimiliki harus sesuai target audience. Pemerintah harus mampu membangun website dengan content yang tersedia dapat :
·         Membantu audience dan stakeholders  dalam memenuhi kebutuhannya terkait dengan pelayanan prima yang ditawarkan melalui website.
·         Menunjang pencapaian visi, misi, tujuan, dan obyektif dari pemerintah terkait.
·         Menggalang hubungan / relasi yang kuat dengan para pengunjung website.
·         Menarik perhatian para calon pengunjung agar berminat menjadi audience yang setia.
·         Menyediakan semua jawaban terhadap kebutuhan informasi audience.
·         Menghemat waktu dan biaya dari audience dalam berkomunikasi dengan pemerintah.
·         Memperkuat keterlibatan public dalam proses pemerintahan.
·         Memperkuat tingkat kepercayaan public melalui proses keterbukaan demokratis.
INTERACTIVITY
Banyak sekali teknologi internet yang dapat membantu pemerintah dalam menjalin relasi yang intim dengan konstituennya di dunia maya. Sejumlah contoh dari fasilitas dan fitur yang dapat dikembangkan oleh sebuah website e-government adalah :
v  Electronic Mail dan Mailing List
v  Online Surveys atau Online Polls
v  Bulleting Boards
v  Chat Rooms
v  Newsletters atau Newsgroups
v  Feedback dan Comment Forms, dan lain sebagainya.
USABILITY
Elemen-elemen yang harus dimiliki oleh oleh sebuah website e-government agar tingkat usability-nya tinggi adalah :
ü  Sistem pengorganisasi content atau isi website haruslah memiliki arsitektur yang jelasdan terstruktur secara logis.
ü